Selamat datang di blog haram patah, blog orang mustadh'afin, yang menyediakan bacaan bahasa melayu sederhana, blog yang memberi sikap haram patah dalam perjuangan dan kehidupan, selamat membaca dan menimba wawasan

AKU LIHAT YANG ADA DI MASYARAKAT.

| |

Telah lama aku mencari kesempatan untuk turun dari gunung yang lebat hutan kayu dan tanah subur, aku rindu sama masyarakat ku dan rindu sama para pemuda harapan bangsa dan pemudi tiang Negara, hari ini aku dapat turun ke tanah datar dan lapang, budak-budak kecil yang umur enam tahun dulu masih suka menangis-menangis dan suka duduk dalam gendungan Ibunya, sekarang sudah dapat berjalan dan berlari-lari dengan suka dan ceria dilapangan terbuka, ada yang bermain bola, ada yang bermain bersika, ada yang bermain kereta buatan sendiri, ada yang bermain masak-masakan, dan ada yang bermain tayar motor dijalan raya, dan kesemua itu tidak jauh berbeda seperti aku yang berumur enam tahun dulu, akan tetapi itu 21 tahun yang silam bagi hidup ku, sungguh indah masa budak-budak penuh dengan main-main dan makan-makan, sekarang aku dah besar dan aku lihat apa yang sedang terjadi dalam masyarakat melayu Fathani.


Dibalik suka dan ceria budak-budak kacil tadi ada rasa marah dan duka didalam hati aku yang sangat dalam, bila aku melihat pemuda dan pemudi melayu yang seumur dengan aku ini tidak mengenal jati diri sendiri sebagai orang melayu, aku melihat orang tua yang digelar oleh orang kampung dengan tok Babo yang pandai mengajar kitab kuning yang dikarangkan oleh Datok Syah Daut Al-Fathani sudah habis tuah lidah untuk melarang kaum pemuda dan pemudi yang bergaul bebas sama penjajah jahamnam siam, entah apa yang sedang terjadi ini ?, diri aku ini yang dituliskan oleh penulis surat kabar siam bahwa aku ini seorang pengganas kerajaan dan rakyat, akan tetapi tok Babo yang alim pandai baca segala kitab orang alim-alim yang ditembak mati oleh peluru penjajah jahamnam siam, kata kepada aku sebagai seorang Pemuda Rabbiyun, Pemuda Khahfi, Pemuda Pecinta Muhammad SAW dan pemuda Fathani sejati.
Entah lah ini, mengapa masih ada pemudi-pemudi bunga mawar bangsa melayu Fathani berjinak-jinak dengan orang yang jelas-jelas tidak Masuk Jawi dan Berok Tak Basuh pula bermain seyum mesra dengan tentara jahamnam Siam, malahan ada kasus pemudi yang sampai menyerah kesucian diri dan kehormatannya kepada keparat tetara Jahamnam yang hati busuk dan tabiat bangsat yang suka tembak mati para ulama melayu tulen.

Kini aku melihat ulama yang bukan ulama seperti mana yang aku pernah belajar, sebab sekarang tidak ada ulama yang berani kata yang hak dan bela agama islam ditanah Fathani seperti haji sulong, yang aku tahu orang ulama itu adalah para warisan Ambiya’, sekarang apa kerja ulama Fathani ?, rasanya malu bila disebut ulama, majlis ulama Fathani itu nama besar, sekira datok Syah Daut Al-Fathani bolih bicara dengan bahasa keadaan sekarang, bolih jadi akan berbunyi ucapannya “dibumi Fathani hukum hubungan sama orang kafir sudah tak ada dah ko.. hai tok-tok guru ?.
Biar lah orang nak kata apa saja pada aku ini, aku tak mahu melihat keadaan begini lagi, lidah aku tidak tajam bicara seperti orang bersurban besar yang pandai bersyarah dan berhujjah, maka pilihan aku hanya ada pada peluru tajam ini untuk megangti lidah, aku sudah muak melihatnya, banyak kebohongan yang terjadi dalam masyarakat aku sekarang, yang benar dikata bohong, yang bohong dibenarkan, dimana jua orang berilmu agama berada sekarang ?, bangsat! semua ini.


Oleh: Jek Ya

1 ความคิดเห็น:

Anonymous said...

iya betul yang di katakan tu...........

Post a Comment