Selamat datang di blog haram patah, blog orang mustadh'afin, yang menyediakan bacaan bahasa melayu sederhana, blog yang memberi sikap haram patah dalam perjuangan dan kehidupan, selamat membaca dan menimba wawasan

DI POMENG DAN SUARA SANUBARI

| |


Apa yang terjadi sama para pelajar Pondok Pomeng yang baru saja selesai pengajian Al-Quran, pada suatu malam senin tanggal 08 november 2009, pukul 22.30 telah terjadi Penembakan Liar oleh orang yang tidak dikenal yang mengguna motosikal dan berpakaian baju yang Ada Tulisan 'Police', yang mengarah muncung senjata kearah para pelajar yang Baru Saja Selesai Membaca Al-Quran, akibat penembakan liar tersebut telah menjadi mangsa penembakan liar 2 orang pelajar yang meninggal dunia dan 1 orang sakit kritis, yang meninggal dunia terdapat nama Abdulloh Dama' Ming umur 23 tahun dan Muhamad Ni'loh umur 22 tahun, dan yang sakit kritis dirawat rumah sakit yaitu yang bernama Mahama Sofi Daud umur 19 tahun.

Di Pomeng ini bukan perkara baru yang terjadi, tapi adalah perkara yang sekian kali terjadi terhadap kita Orang Melayu Islam Patani, siapa yang berani bicara dengan lisan untuk meminta keadilan pada pemerintah dengan terang-terangan, siapa yang berani berkata 'si itu' yang membuat angkara biadab demikian, dan Siapa Yang Berani Menunding Muka Pada Pelaku Penembakan Itu, terasa suram bila berkata demikian, kecuali suara yang ada dalam hati kita masing-masing yang berani berkata “bahwa yang melakukan kebiadaban macam itu adalah 'mareka itu'!”.

kita tidak syak dan ragu lagi, siapa yang melakukan menembakan liar tersebut, apakah orang yang melakukan itu punyai hati sanubari dan iman dalam hati, yang begitu berani menembak para belajar pondok yang baru saja selesai membaca al-quran dan tanpa senjata ditangannya.

Para Tokoh Agama pun juga tidak berani berkata apa-apa terhadap kejadian itu, kebanyakan kita semua diam dan berani berkata-kata dalam hati saja, sungguh Rasa Sedih Dan Pilu dalam hati bagi setiap kita yang ada keimanan dalam hati, kejadian itu Bukan Perkara yang di panggil Musibah, tapi adalah perkara yang Sengaja dilakukan oleh orang-orang yang benci terhadap orang Melayu Islam Patani, keadaan sekarang keruh tapi masih ada saja diantara kita orang melayu yang berani makan upah duit/uang dari orang yang benci terhadap Kebangkitan Melayu Islam Patani.

Kejadian demi kejadian terhadap orang melayu kita begitu memakan rasa sedih yang amat dalam, baik Kejadian Di Masjid Kresek, Kejajadian Di Ta-Ba, Kejadian Di Masjid Air-Payea, Kejadian Di Kedai-Kedai Kopi dalam kampung, Kejadian Tangkap Tanpa Alasan Yang Jelas, Kejadian Merendahkan Kehormatan Wanita yang di lakukan oleh Tentara Siam, dan lain-lain kejadian terhadap kita orang Melayu Islam Patani.

Bila kita bertanya pula, apa titik kesimpulan kejadian di Pomeng?, jawaban adalah Kebencian, Dendam, Ceroboh, Curiga, para Polis Siam dan Tentara Siam sudah lama ada rasa benci terhadap orang Melayu Islam Patani, bukan pada masa sekarang, tapi sudah ada pada masa nenek moyang mareka dahulu kala, sejarah perang antara Siam dengan Melayu Patani Bukan Hanya Satu Kali atau Dua Kali, akan tetapi berkali-kali peperangan antara Siam dengan Patani, rasa itu lah yang berakar sampai sekarang.

Kejadian di Pomeng adalah bukan pelajaran bagi kita yang masih hidup, tapi itu adalah Berbuatan Penjajah Terhadap Hamba Sahaya Yang Dijajah, waktu mana saja dia mau tembak mati Orang Melayu kita dan tangkap untuk menyiksa ada disetiap saat, rasa hati kita begitu risau terhadap kejadian Pomeng, tapi itu lah sikap Penjajah Siam, hati lah suara yang paling lemah yang dapat kita bicara dengan sembunyi dimana tempat berada, suara yang tidak boleh didengar siapa pun kecuali Tuhan, maka ajak lah sesama kita untuk bangkit Menengtang Kejahatan Penjajahan Siam Didalam Hati, kerana hati yang lemah akan bangkit bersama dengan Anggota Badan, insya'allah para pelajar pomeng yang meninggal dunia Akan Mendapat Syahid dan yang terluka akan mendapat pahala Syahid, mudahan sanak saudara dan keluarga yang menjadi mangsa kekejaman itu mendapat ketabahan hati dari Allah saw. Aminn.

By: Ahmad

0 ความคิดเห็น:

Post a Comment