Selamat datang di blog haram patah, blog orang mustadh'afin, yang menyediakan bacaan bahasa melayu sederhana, blog yang memberi sikap haram patah dalam perjuangan dan kehidupan, selamat membaca dan menimba wawasan

Perang Gerila Dan Jiwa

| |

Apa yang telah terjadi pada dunia yang kita huni sekarang, kita dapat melihat berita seluruh dunia melalui chanel TV yang ada dirumah kita, dan kita dapat medengar berita melalui Radio yang ada di mobil-mobil atau tempat-tempat umum, atau bagi orang yang rajin membaca surat kabar akan mendapat isian berita yang ditulis oleh pemberita, dunia sekarang penuh dengan perlawanan dari golongan kecil terhadap golongan besar, apa yang terjadi di Patistina, apa yang terjadi di Iraq, apa yang terjadi di Somalia, apa yang terjadi di Afghanistan, apa yang terjadi di Patani, dan apa yang terjadi dan terjadi di tempat orang Islam huni sekarang.

Orang kecil melawan dengan taktik hit and run (serang dan lari), orang besar menukul dengan Big Hit (serang besar) contoh kita bolih lihat yang terjadi di Palistina, tentara Israel dengan cara mengguna Bom besar-besar terhadap orang Palistina, tanpa merasa sian belas kasiahan terhadapa wanita dan anak-anak, akan tetapi orang kecil hanya dapat serang dan lari sembunyi, akan tetapi cukup membawa duka yang lama bagi orang besar, bagaikan perlawan dalam cerita pasukan gajah Namrud yang dapat dipatahkan oleh pasukan nyamuk, mati lah gajah yang besar itu, maka menang lah nyamuk yang kecil.

Perang gerila adalah salah satu cara yang dilakukan oleh kelompok kecil, bila kita bertanya, apa perang gerila itu? Maka bermacam-macam kita dapat menjawabnya, ada yang mengata perang gerila adalah perang mustadhaafin/orang lemah, ada pula orang yang mengata perang gerila adalah perang politik rakyat jelata, dan ada juga orang mengatakan perang gerila adalah perang ideologi kebangsaan untuk mendapat kemerdekaan, dalam ilmu militer mengatakan bahwa perang gerila adalah sebuah taktik untuk melelah bangsa lawan, memeras darah musuh, memenatkan fikiran bangsa lawan, mehancur ekonomi bangsa lawan dan titik akhir adalan menentukan strategi serangan besar-besaran untuk mematah kekuatan bangsa lawannya yang sudah lemah, tersembunyi dalam perang gerila adalah bahasa politik yang sulit ditafsirkan, dan teknik serangan yang selalu berubah-rubah, laksana hati seorang gadis yang berubah-rubah suka pada alat kecantikan wajahnya.

Macam apa perang gerila itu?, bermacam-macam bentuk, di Palistina bolih kita dapat melihat, bagaimana cara perang yang dilakukan oleh kelompok Fatah, di Afghanistan bolih kita melihat bagaimana pasukan Taliban yang menyerang pasukan tentara Amerika, dan di Patani kita sendiri bolih melihat setiap hari, bagaimana para pejuang menyerang pasukan tentara Siam yang ada di jalan-jalan rumah kita sendiri, ada yang taruh Bom dibawah jalan raya, ada yang taruh Bom diatas pokok kayu, ada yang taruh Bom di kendara motor sika, dan ada juga yang mengguna taktik serangan ala commando, yaitu taktik cepat, tepat, singkat dan lompat hilang dalam hutan beluka bagaikan hantu.

Akibat terjadi perang gerila adalah akibat penindasan, penjajahan, dan ketidak adilan dalam kehidupan masyarakat, maka tidak syak lagi bahwa perang gerila yang terjadi di Patani kita sendiri adalah akibat kepenjajahan itu, lalu siapa yang menjadi para gerilawan, bila orang itu ada dalam bawah penjajah, maka dia itu termasuk seorang gerilawan, walau pun dia tidak mengakui dengan lidah bahwa dia adalah gerilawan, jika dia tidak merasa dijajah pada hal hakikatnya tanah kelahiran dia dijajah, maka orang itu sudah mati rasa cinta pada tanah kelahiran dia sendiri, maka sebelum mati yang sungguh dia sudah mati, kerana tidak cinta bela diri yang senjati, habis martabat sebagai manusia yang bersuku bangsa, rela gangti bako diri sendiri kepada bako yang lain, perang gerila tak akan menang dengan cara melihat dengan mata kepala dalam satu masa, akan tetapi menang secara jiwa dan rasa kemerdekaan diri.

Maka dengan itu, beri lah jiwa perlawanan kita sebagai manusia Melayu Patani terhadap penjajah Siam yang suka makan binatang babi itu!, walau pun dengan bahasa dalam hati yang sunyi tapi dahsyah didalam suasana dan alam ikut bersuara, percayalah!, Allahhu Akbar!.


By: Abu Nara

0 ความคิดเห็น:

Post a Comment