
Harus cukup pada jiwa 1 kesehatan:
- Syaja’ah, berani pada kebenaran, takut pada kesalahan.
- ‘Ifafah, pandai menjaga kehormatan bathin.
- Hikmah, tahu rahasia dari pengalaman kehidupan.
- ‘Adaalah, adil walaupun kepada diri sendiri.
4 sifat inilah pusat dari segala budi pekerti dan kemuliaan. Dari yang 4 inilah timbul cabang yang lain-lain. Dan itulah keempat-empatnya yang dinamai keutamaan.
Syaja’ah mempunyai dua pinggir, pinggir sebelah ke atas terlalu panas, itulah yang nama Tahawwur, berani babi. Pinggir ke sebelah bawah terlalu dingin, itulah yang bernama Jubun, pengecut.
‘Iffah mempunyai pada dua pinggir, pinggir yang terlalu panas, yaitu syarah, artinya tak ada kunci, obral, bocor, belum diajak dia sudah ketawa, belum dipanggil sudah datang, satu yang ditanyakan, 20 jawabannya. Pinggir yang sebuah lagi terlalu dingin, itulah khumud, tidak perduli.
Hikmah mempunyai dua pinggir pula; pinggir sebelah ke atas terlalu panas, itulah safah, tergesa-gesa menjatuhkan hukum di atas suatu perkara. Pinggir ke bawah terlalu dingin, yaitu Balah, dungun, kosong fikiran, tolol. Sudah hajaran berkali-kali tidak hendak mengerti. Sudah beratus kena pengalaman, tidak juga mau faham.
‘Adaalah mempunyai dua pinggir pula, pinggir sebelah ke atas, yang terlalu panas, ialah Jaur, sadis, zalim, aniaya. Pinggir ke bawah yang terlalu dingin, ialah muhanah hina hati, walaupun sudah berkali-kali teraniaya, tidak bangun semangatnya. Condong ke bawah jadi penyakit hina, condong ke atas jadi penyakit zalim, tegak di tengah itulah kesehatan.
# sumber: Buku Tasauf Modenern, karya Al-Marhum HAMKA, halaman 149.
By: Saifullah
0 ความคิดเห็น:
Post a Comment