
Dulu!, ejaan rumi bagi kita sangatlah susah, bahkan sama sekali tak mampu kita baca, membuat daya baca penyerapan informasi ilmu pengetahuan jadi terbatas. Karena segala sesuatu informasi kabanyakan terhidang dengan media bahasa rumi (roman). Tapi apa yang terjadi sekarang, bacaan tulisan rumi jadi menu santapan harian kita, nah pertanyaannya, dari mana kelebihan itu?.

Dari manakah kesadari ini semua?. Jawaban dari kedua ilustrasi (misalan) diatas, bukankah itu terjadi lantaran dari barokahnya sebuah pencarian ilmu pengetahuan!?.
Pertanyaan lagi, dari mana anda pandai bikin Blogspot dan lain-lain lagi?. Pandai bicara secara politis?. Pandai install computer?. Lincah pertualangan di dunia cyber seperti sekarang inI, itulah peran pentingnya ilmu pengetahuan. Maka jangan heran, mengapa Negara Jepang bolih buat Computer, kita buat sekerunya saja belum bolih.Itu secara kasat mata kita bandingkan. Kita harus terima kenyataan kenapa kita adalah Bangsa terjajah dan sampai sekarang masih juga dijajah. Terlepas dari banyak factor (sebab) lain lagi, bahwa taraf pengetahuan kita masih dibawah dari Bangsa penjajah (Siam). Keadaan ini adalah satu di antara sekian puluhan sebab yang melekat pada tubuh kita. Kita mau bicara apa, kalau penjajah melaung-laung didunia antara Bangsa dalam bahasa inglish diplomat yang fasih. Kita sebagai pembela Bangsa terjajah merasa sakit hati dengan opini menyimpang, yang tersiar mepojok Bangsa yang terjajah (kita). Lah mau apa kita?, wong orang tidak ngerti berbahasa inggris kok!. Pedih dalam keadaan tak terbela. Kita terpropaganda oleh kerendahan ilmu pengetahuan, sebab penjajah lebih tinggi ilmu pengetahuan dari kita yang terjajah.
Dari evalusi pengelaman (banyak pihak), akan kekurangan ilmu pengetahuan Bangsa kita selama ini. Maka terlihatlah dorungan-dorungan kearah tingkatkan mutu pendidikan putra-putri Bangsa. Walau pun agak sedikit kebelakang ketinggalan dengan Bangsa-Bangsa yang sedang maju, termasuk Bangsa penjajah sendiri, tidaklah terdaftar dalam kamus masalah, asalkan mau mulai untuk maju. Niat memperbaiki Nasib yang sudah lama tercela!.
Kajian diatas merupakan salah satu tesis suduk pandang untuk menguraikan masalah dan temukan jalan keluarnya, yaitu dengan petunjuk ilmu pengetahuan sebagai kompas/arah.
Makanya kalau ada orang yang meng-intitesis apa yang saya utarakan di atas tidaklah salah. Bahkan sangat berterimakasih, karena akan memperkayakan wacana dalam menguraikan, kusutan masalah yang sudah lama membelit-belit Bangsa Melayu Patani.
Di suduk pandang yang lain, kita melihat fenomena masyarakat kita yang sedang menjadi-jadi, walau pun di era menjamurnya orang berlomba-lomba didunia pendidikan seperti sekarang ini, masih saja tak membuat keadaan berubah jadi lebih baik. Lihat saja dengan pikiran nurani yang cernis. Reality (kenyataan) yang berlaku di tubuh masyakatan kampong kita. Cuba bayangkan didalam otak kita masing-masing, salah satu contoh, tradisi (budaya) Tok Nebea Sakai, masih banyak yang suka mengamalkan dalam cara kepemimpinan, para pemimpin-pemimpin Masyarakat kita. Pada hal sudah ada bekalan-bekalan pendidikan dikantung para ketua kampong kita. Bagaimana jadinya?, kalau dalam satu kampong ada pemimpin yang suka kerjanya tak sepakat, entah kerana dia merasa mampu sendiri atau sebab tak ngerti ilmu kerja sama (organisasi), lihatlah sendiri watak pemimpin kita dikampong masing-masing, antara Tok Imam, tok nebea, tok kemenea dan banyak lagi pemimpin-pemimpin, bentukan zaman sekarang masing-masing pilih jalan kerja.
Akan nampaklah pecah belah, terbagi menjadi blog-blog politik kepentingan, perkara priority (yang patut mendahului) tak teruruskan, rakyat kampunglah yang jadi kurban. Sungguh mala petaka maha dahsyat menimpa Bangsa kita ini.

By : HAIKAL
0 ความคิดเห็น:
Post a Comment